Suatu saat aku mengikuti sebuah lomba cerita bergambar, dan aku berpartisipasi dalam lomba itu. ketika harinya tiba, aku menyiapkan alat gambarku dan duduk untuk memulai mengukir sebuah bentuk. namun mataku menatap seorang anak seusiaku ia menggambar dengan kakinya dan 1 tangannya. anak itu tidak memiliki salah satu tangannya. Aku melihat dirinya begitu sangat hebat. ukiran gambarnya begitu indah.
setelah waktu selesai, semua karya dikumpulkan. aku menanti-nanti kapankah pemenangnya akan diumumkan.
waktu yang kutunggu telah tiba, panitia maju kedepan dengan membawa kertas. ternyata aku mendapatkan juara 2 dan anak tadi mendapatkan juara 1. kami maju untuk menerima hadiah. Aku berada tepat disampinya. ia tersenyum padaku dan mengulurkan tangannya seakan memberi isyarat untuk berkenalan . lalu ia berkata dengan bahasa isyarat yang tak dapat kumengerti. Mungkin, dia menyadari kalo aku agak sedikit bingung dengan ucapannya. oleh sebab itu dia mengeluarkan kertas dan pensil dan menulis "SELAMAT YA , MAAF AKU TIDAK BISA MENDENGAR DAN BERBICARA" aku membacanya dan menulis kembali "SELAMAT KEMBALI"
panitia menyerahkan hadiah itu kepada kami, lalu kami turun dari panggung aku dan dia saling bercanda, bertukar cerita dan berbagi pengalaman, melalui tulisan .
disaat itu dia menulis,
"aku nyaman dengan keadaanku seperti ini, karena dengan diriku seperti ini aku tak bisa mendengar kata-kata yang tidak baik, aku tidak bisa bicara kata-kata yang tidak baik, dan aku juga takkan bisa memukul orang karena aku sadar tanganku tinggal satu. keadaan ku yang seperti inilah yang memotivasiku"
Aku takjub padanya. Namun aku lupa menanyakan namanya. Tapi entah siapa kamu kawan, kamu sudah mengajari aku banyak hal tentang hidup. Aku takjub dengannya dengan keterbatasannya ia masih bisa menghasilkan karya. Kamu adalah Kawanku yang tak ku kenal. Terima kasih kawan telah memberi pelajaran berharga kepadaku.

Quotes di paragraf 5 yg dia tulis begitu menginspirasi :')
BalasHapusmakasih :)
Hapus