Hal terindah dalam hidupku adalah ketika aku memiliki seseorang yang mampu membuat aku bahagia berada disampinya. Entah dia laki-laki ataupun perempuan. Ini bukan kisah tentang aku dan sahabat disabilitas, tapi ini kisah tentang Aku penyandang disabilitas dan sahabat disabilitasku.
Cacat bukan akhir dari hidupku, tapi cacat adalah awal baru untuk aku mulai mencoba hal baru yang tak pernah aku bayangkan.
Dulu ketika umurku 12 tahun, sebuah kecelakaan menimpaku. Dokter menyarankan untuk mengaputasi kakiku. Setelah dokter mengijinkanku untuk pulang aku merasa amat senang. Tapi saat itu tak ada seorangpun anggota keluarga yang menjemputku sudah hampir 3 jam aku menunggu tapi mereka juga tak kunjung datang. Aku mulai berfikir apakah mereka tak datang karena mereka tak sanggup membayar biaya administrasi? Dengan alat bantu aku melangkah menuju bagian adiministrasi, dan bertanya apakah biaya pengobatanku sudah dibayar? Mereka mengatakan semua biaya pengobatanku sudah lunas dari kemarin. Tapi mengapa Ayah, ibu dan kakakku tak datang??? Aku terus menunggu. Tapi setelah 3 hari aku menunggu mereka juga tak kunjung datang, suster rumah sakit merasa iba denganku dan membawaku kepanti asuhan.
Disini semuanya sama sepertiku. Mereka tak sempurna secara fisik. Ada yang tidak memiliki kaki, tangan, buta, bisu, tuli, memiliki kaki yang aneh, DSB. Aku memandang mereka sangat iba, tapi aku juga sama seperti mereka. Ditinggal oleh semua anggota keluarga karena ketidaksepurnaanku ini. Aku terus berjalan menyusuri ruangan demi ruangan dengan ditemani oleh penjaga perempuan disini. Aku menghabiskan waktuku ditempat ini.
Enam tahun telah berlalu, tidak terasa kini aku telah beranjak dewasa. Di tempat ini aku memiliki seorang sahabat. Dia sama sepertiku tidak memiliki salah satu kaki. Kami berteman menghabiskan waktu bersama. Kami membuat sebuah misi," kami ingin orang-orang seperti kami dihargai."
Suatu ketika Bu Elis pengasuh kami mengajak kami untuk berkunjung kesebuah Sekolah Dasar. Disana aku mulai membuka memory kecilku, dimana waktu itu aku masih bisa bermain, bercanda, tertawa, dan berlari-lari sesuka hatiku. Tapi sekarang liat aku ! ! tanpa bantuan tongkat aku tak bisa berjalan. Jika bukan karena rasa kasihan seorang suster rumah sakit mungkin aku sudah tidak berdaya.
Disana kami berkenalan dengan anak-anak kecil. Mereka memandang kami dengan sangat aneh, tapi mereka tak pernah sedikitpun menghina kami. Aku dan Anita, sahabatku bermain-main disini, kami mengahabiskan waktu kami bermain, bercanda, dan tertawa bersama.
Hingga suatu saat, kami mengikuti sebuah kompetisi bernyayi. Awalnya Anita ragu untuk mengikuti lomba ini. Ia merasa aneh dengan pandangan orang-orang. Tapi aku berkata kepadanya "tunjukin sama orang-orang kalo kita bisa” Anita tersenyum padaku. Dan saat kami mulai menginjakan panggung, suasana panggung berubah jadi hening. Mungkin semua penonton takjub kepada kami. Alhasil aku dan Anita meraih juara satu. Kami senang bisa menunjukkan bahwa orang seperti kami bisa.
Suatu hari Ayah, ibu dan kakaku datang kepanti asuhanku begitu mendengar bahwa aku dan Anita memenangkan kompetisi bernyayi. Mereka mengajakku untuk kembali kerumah, tapi aku menolaknya. Karena menurutku hidup dengan orang yang sama dengan kita jauh lebih menyenangkan. Di panti asuhan ini, kita saling menghargai karena kita tahu bahwa disini kita semua sama-sama memiliki kekurangan.
Aku tidak tahu jika aku berada diluar sana, pasti akan banyak yang mencaci-maki aku. Tuhan, terima kasih engkau telah memberikan aku sebuah musibah seperti ini, karena disaat seperti inilah aku sadar bahwa hidupku tak selamanya indah, pasti akan ada saat aku akan tinggalkan, dibuang dan dicaci-maki. Dan sekarang aku juga sadar orang-orang disekelilingku tak selamanya akan ada dihidupku. Mereka perlahan akan pergi dan aku tahu mengapa mereka pergi disaat aku mengalami kesusahan, itu karena engkau ingin menjadikan aku kuat tuhan.
" dan sekarang aku bahagia dengan seorang sahabat disampingku "
Anita terima kasih, kamu telah menemaniku menghabiskan waktuku yang terbuang sia-sia. Karena bersamamu adalah hal berharga dalam hidupku.
_selesai _
Tidak ada komentar:
Posting Komentar