Sabtu, 16 November 2013

SURAT PERPISAHAN

Untuk kamu sahabat …
Aku menuliskan sebuah kata perpisahan yang (mungkin) tak berarti bagimu
Sebuah uraian kata yang tak indah
Tapi lihatlah diriku sebagai penciptanya ….
Mungkin ini tulisan terakhir yang kutunjukan padamu ..
Aku hanya sekedar mengajakmu kembali ke masa lalu kita. Dimana aku membawamu kedalam kehidupanku yang rumit. Melibatkanmu dalam hari-hariku yang tak begitu indah. Aku tahu saat itu aku telah meracuni kehidupanmu dengan hidupku.   aku yang sedang berada dalam masa bimbangku,, pergi menghampirimu dan memanfaatkan mu sebagai tempat pelarianku. Tapi tanpa sadar waktu itu terus berjalan. kau yang hanya sekedar pelarianku membuka pintu kepercayaanmu padaku, mengizinkan aku untuk menjadi teman curhatmu. Seiring waktu, kita selalu habiskan waktu bersama. Kita bersaing dalam segala hal layaknya sepasang sahabat. Walau kadang kala diantara kita ada rasa cemburu dan pertengkaran.
kawan ingatlah kita bukanlah ciptaaan tuhan yang paling sempurna. Selalu ada ego yang tersimpan dalam diriku. Saat perasaan ku kembali menjadi lebih baik dari hari itu. Aku ingin pergi dari kehidupanmu. Aku ingin mengakhiri sandiwaraku ini. Dan lanjutkan hidupku tanpamu.
Aku tahu, aku memang salah. Membiarkan diriku  terlampau  jauh  masuk kedalam kehidupanmu.

Untuk kamu kawan ….
Aku sadar saat itu aku lah yang memulai kisah kita, dan hari ini aku yang mengakhirinya.
Aku izinkan kamu ‘tuk membenci diriku. Menceritakan kepada semua teman-temanmu betapa jelek nya aku, betapa jahatnya aku, dan betapa munafiknya aku.  Aku ‘pun  takkan pernah meminta mu untuk mengingatku, sebagai   sahabat atau teman  yang pernah hadir dalam hidupmu.
Aku meminta padamu, untuk lanjutkan kehidupanmu. Jangan pedulikan  orang-orang diluar sana. Jangan menangis hanya karena sebuah kata maki yang tak berarti.  Karena itu, akupun akan terus berjuang melanjutkan hidupku dengan kehidupan baruku. Berjanjilah dimasa depan nanti kita akan bertemu dengan wajah baru.

Saat itulah kamu bisa tunjukan padaku dirimu yang sesungguhnya. Dirimu yang bisa tegak berdiri tanpaku … J


Senin, 02 September 2013

Sepegal Cerita di Hari Lampau


hai kawan,
ingatkah kamu tentang kisah lalu kita ?
yang selalu gambarkan tentang kehidupan saat aku dan kamu masih menjadi kita.
saat menulis ini, aku teringat akan guru PKN, yang selalu menjadi bual-bual
diantara kita. Ia mengatakan "Negara terbentuk karena persamaan nasib"

bukankah sama sepeti kita ??
dahulu ketika sang takdir mengatakan kita memiliki persamaa
dalam kehidupan, kita memilih untuk menjadi satu.

walau terasa perih mengingat hari lampau, dimana saat kita
melepaskan kehidupan kita hanya untuk ego diantara kita ..

namun,
aku tak mau terlampau pada kehidupan dahulu
karena masa lalu hanya sebuah logika yang sulit untuk dipahami,
dan masa depan hanya soal sebuah perasaan dari mata batin ...

Nama mu

hai kamu ...
aku tahu namamu ..

hanya saja aku tak pernah memanggil namamu ,
biarkan kamu dengarkan suara ku ,
dengan apa yang tertulis di dalam kepalaku.

andaikan aku seorang pemberani,
maka kan kunyayikan namamu di pagi hari
bak burung-burung yang sedang bersiul


dan hinggap pada celah jendela kamarmu
membanggunkanmu sambil memanggil namamu

andaikan suatu saat akulah orang disamping mu ketika
ayam berkokok ,
kan kusiapkan kopi dan memanggil namamu ...

tahu kah kamu ??
namamu bagaikan ombak di laut bebas,
selalu membuat dada ku bergelora

andai kamu tahu setiap detik dalam hidupku
hanya namamu yang ingin kuuucap

Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta

apa yang harus aku katakan tentang sebuah Cinta ???
apakah cinta, yang mewarnai hari-hariku ???
apakah cinta , yang jadikan hidupku penuh dengan harapan ???
dan apakah cinta yang mendorongku disaat gelap bersamaku ???

aku rasa cinta tak selalu gambarkan tentang keindahan ,
kadang kala ia membuat aku merasakan sakit di dada 
biarkan aku habiskan hariku dengan sia-sia
dan ia pernah membuatku merasa sendiri ...

karena sesungguhnya,
cinta adalah sebuah kalimat yang selalu menggoncangkanmu ...
ia memang tak pernah bisa dilihat  dan disentuh 
akan tetapi cinta akan datang jika kamu memang pantas
untuk bisa memilikinya ...






Kamis, 27 Desember 2012

RAFFI

kalian tahu tidak ?
aku memiliki seorang SahabatDiffabel . dia tinggal di sebuah kota Istimewa Yogyakarta. kami berteman, ketika dahulu aku berjumpa dengannya didepan rumahnya dekat kuburan kakek dan nenekku. disaat itu aku sedang ziarah. kami berkenalan dan berbagi cerita. dan kemaren aku menelefonnya untuk mengucapkan Selamat Natal.

namun tidak kusangka yang aku dapati adalah kabar buruk. Dia meninggal dunia 1 minggu yag lalu. Aku dan keluarga bergegas pergi ke jogja, untuk turut berduka cita kepada keluarganya. ketika aku memasuki kamarnya aku mendapatkan buku diarinya. aku membacanya satu-persatu hingga aku terhenti pada halaman terakhir. aku membacanya dan mulai meneteskan air mata.

"ALLAH,....
tahukah engkau betapa aku sangat menyayangi engkau. betapa aku percaya akan sungguh keanggunganmu.tapi ALLAH, kenapa sampai detik ini engkau tidak memberikan kepadaku MUJIZAT kesembuhan ??? kenapa engkau membiarkan aku merasa menderita. dan mengapa engkau menjadikan aku bahan lelucon didunia ini. ??? ALLAH, aku tahu manusia tidak ada yang sempurna. tapi mengapa aku berbeda dengan yang lainnya. mereka semua memiliki Tangan , mereka semua tidak memiliki kelainan kaki , sedangkang aku ?? ? hingga saatnya aku sadar Allah, engkau menciptakan aku seperti ini. karena engkau sayang padaku. dan aku berterimakasih kepadamu Allah, karena engkau mengijinkan aku hidup sampai detik ini sajah "

itu adalah diary terakhir Rafa . dia adalah seorang lak-laki berusia sama denganku. tak meiliki tangan dan kelainan pada kakinya. dia selalu tegar hadapi hidupnya. waktu aku berada dijogja, dia selalu mengantarkan ketempat-tempat yang belom aku jumpai. walau keterbatasannya itu dia tak pernah berkata "LELAH".

dia hidup dengan tegar. Ayahnya tidak tahu kemana.

hanya saja ,

aku ingin berpesan ...
manusia itu tidak ada yang sempurna...
dengan ketidaksempurnaannya itu, kita menjadi sempurna karena hati dan pikiran kita lah yang membuat kita sempurna :)


Minggu, 23 Desember 2012

Disabilitasku dan Sahabat Disabilitasku

Hal terindah dalam hidupku adalah ketika aku memiliki seseorang yang mampu  membuat aku bahagia berada disampinya. Entah dia laki-laki ataupun perempuan. Ini bukan kisah tentang aku dan sahabat disabilitas, tapi ini kisah tentang Aku penyandang disabilitas dan sahabat disabilitasku.

            Cacat bukan akhir dari hidupku, tapi cacat adalah awal baru untuk aku mulai mencoba hal baru yang tak pernah aku bayangkan.

            Dulu ketika umurku 12 tahun, sebuah kecelakaan menimpaku. Dokter menyarankan untuk mengaputasi kakiku. Setelah dokter mengijinkanku untuk pulang aku merasa amat senang. Tapi saat itu tak ada seorangpun anggota keluarga yang menjemputku sudah hampir 3 jam aku menunggu tapi mereka juga tak kunjung datang. Aku mulai berfikir apakah mereka tak datang karena mereka tak sanggup membayar biaya administrasi? Dengan alat bantu aku melangkah menuju bagian adiministrasi, dan bertanya apakah biaya pengobatanku sudah dibayar? Mereka mengatakan semua biaya pengobatanku sudah lunas dari kemarin. Tapi mengapa Ayah, ibu dan kakakku tak datang??? Aku  terus menunggu. Tapi setelah 3 hari aku menunggu mereka juga tak kunjung datang, suster rumah sakit merasa iba denganku dan membawaku kepanti asuhan.

            Disini semuanya sama sepertiku. Mereka tak sempurna secara fisik. Ada yang tidak memiliki kaki, tangan, buta, bisu, tuli, memiliki kaki yang aneh, DSB. Aku memandang mereka sangat iba, tapi aku juga sama seperti mereka. Ditinggal oleh semua anggota keluarga karena ketidaksepurnaanku ini. Aku terus berjalan menyusuri ruangan demi ruangan dengan ditemani oleh penjaga perempuan disini. Aku menghabiskan waktuku ditempat ini.

            Enam tahun telah berlalu, tidak terasa kini aku telah beranjak dewasa. Di tempat ini aku memiliki seorang sahabat. Dia sama sepertiku tidak memiliki salah satu kaki. Kami berteman menghabiskan waktu bersama. Kami membuat sebuah misi," kami ingin orang-orang seperti kami dihargai."

            Suatu ketika Bu Elis pengasuh kami mengajak kami untuk berkunjung kesebuah Sekolah Dasar. Disana aku mulai membuka memory kecilku, dimana waktu itu aku masih bisa bermain, bercanda, tertawa, dan berlari-lari sesuka hatiku. Tapi sekarang liat aku ! ! tanpa bantuan tongkat aku tak bisa berjalan. Jika bukan karena rasa kasihan seorang suster rumah sakit mungkin aku sudah tidak berdaya.
            Disana kami berkenalan dengan anak-anak kecil. Mereka memandang kami dengan sangat aneh, tapi mereka tak pernah sedikitpun menghina kami. Aku dan Anita, sahabatku bermain-main disini, kami mengahabiskan waktu kami bermain, bercanda, dan tertawa bersama.
            Hingga suatu saat,  kami mengikuti sebuah kompetisi bernyayi. Awalnya Anita ragu untuk mengikuti lomba ini. Ia merasa aneh dengan pandangan orang-orang. Tapi aku berkata kepadanya "tunjukin sama orang-orang kalo kita bisa”  Anita tersenyum padaku. Dan saat kami mulai menginjakan panggung, suasana panggung berubah jadi hening. Mungkin semua penonton takjub kepada  kami. Alhasil aku dan Anita meraih juara satu. Kami senang bisa menunjukkan bahwa orang seperti kami bisa.

            Suatu hari Ayah, ibu dan kakaku datang kepanti asuhanku begitu mendengar bahwa aku dan Anita memenangkan kompetisi bernyayi. Mereka mengajakku untuk kembali kerumah, tapi aku menolaknya. Karena menurutku hidup dengan orang yang sama dengan kita jauh lebih menyenangkan. Di panti asuhan ini, kita saling menghargai karena kita tahu bahwa disini kita semua sama-sama memiliki kekurangan.

            Aku tidak tahu jika aku berada diluar sana, pasti akan banyak yang mencaci-maki aku. Tuhan, terima kasih engkau telah memberikan aku sebuah musibah seperti ini, karena disaat seperti inilah aku sadar bahwa hidupku tak selamanya indah, pasti akan ada saat aku akan tinggalkan, dibuang dan dicaci-maki. Dan sekarang aku juga sadar orang-orang disekelilingku tak selamanya akan ada dihidupku. Mereka perlahan akan pergi dan aku tahu mengapa mereka pergi disaat aku mengalami kesusahan, itu karena engkau ingin menjadikan aku kuat tuhan.

" dan sekarang aku bahagia dengan seorang sahabat disampingku "


            Anita terima kasih, kamu telah menemaniku menghabiskan waktuku yang terbuang sia-sia.  Karena bersamamu adalah hal berharga dalam hidupku.
                        _selesai _
           

Kamis, 20 Desember 2012

Kawan tak Dikenal



Aku pernah bermimpi inginmenjadi penulis, karena menulis aku dapat berimajinasi. Tapi aku juga pernh bermimpi menjadi pelukis karena melukis aku dapat menuangkan segala emosiku. Lalu aku berfikir bagaimana jika tulisan dan gambar dijadikan satu ? pasti akan jadi cerita bergambar yang indah.

Suatu saat aku mengikuti sebuah lomba cerita bergambar, dan aku berpartisipasi dalam lomba itu. ketika harinya tiba, aku menyiapkan alat gambarku dan duduk untuk memulai mengukir sebuah bentuk. namun mataku menatap seorang anak seusiaku ia menggambar dengan kakinya dan 1 tangannya. anak itu tidak memiliki salah satu tangannya. Aku melihat dirinya begitu sangat hebat. ukiran gambarnya begitu indah.

setelah waktu selesai, semua karya dikumpulkan. aku menanti-nanti kapankah pemenangnya akan diumumkan.
waktu yang kutunggu telah tiba, panitia maju kedepan dengan membawa kertas. ternyata aku mendapatkan juara 2 dan anak tadi mendapatkan juara 1. kami maju untuk menerima hadiah. Aku berada tepat disampinya. ia tersenyum padaku dan mengulurkan tangannya seakan memberi isyarat untuk berkenalan . lalu ia berkata dengan bahasa isyarat yang tak dapat kumengerti. Mungkin, dia menyadari kalo aku agak sedikit bingung dengan ucapannya. oleh sebab itu dia mengeluarkan kertas dan pensil dan menulis "SELAMAT YA , MAAF AKU TIDAK BISA MENDENGAR DAN BERBICARA"  aku membacanya dan menulis kembali "SELAMAT KEMBALI"

panitia menyerahkan hadiah itu kepada kami, lalu kami turun dari panggung aku dan dia saling bercanda, bertukar cerita dan berbagi pengalaman, melalui tulisan .

disaat itu dia menulis,
"aku nyaman dengan keadaanku seperti ini, karena dengan diriku seperti ini aku tak bisa mendengar kata-kata yang tidak baik, aku tidak bisa bicara kata-kata yang tidak baik, dan aku juga takkan bisa memukul orang karena aku sadar tanganku tinggal satu. keadaan ku yang seperti inilah yang memotivasiku"

Aku takjub padanya. Namun aku lupa menanyakan namanya. Tapi entah siapa kamu kawan,  kamu sudah mengajari aku banyak hal tentang hidup. Aku takjub dengannya dengan keterbatasannya ia masih bisa menghasilkan karya. Kamu adalah Kawanku yang tak ku kenal. Terima kasih kawan telah memberi pelajaran berharga kepadaku.



 

Anastasia Se Copyright © 2014 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal