11 tahun yang lalu
Senin, 02 September 2013
Sepegal Cerita di Hari Lampau
hai kawan,
ingatkah kamu tentang kisah lalu kita ?
yang selalu gambarkan tentang kehidupan saat aku dan kamu masih menjadi kita.
saat menulis ini, aku teringat akan guru PKN, yang selalu menjadi bual-bual
diantara kita. Ia mengatakan "Negara terbentuk karena persamaan nasib"
bukankah sama sepeti kita ??
dahulu ketika sang takdir mengatakan kita memiliki persamaa
dalam kehidupan, kita memilih untuk menjadi satu.
walau terasa perih mengingat hari lampau, dimana saat kita
melepaskan kehidupan kita hanya untuk ego diantara kita ..
namun,
aku tak mau terlampau pada kehidupan dahulu
karena masa lalu hanya sebuah logika yang sulit untuk dipahami,
dan masa depan hanya soal sebuah perasaan dari mata batin ...
Label:
puisi,
puisi kesedihan,
puisi sahabat
Nama mu
hai kamu ...
aku tahu namamu ..
hanya saja aku tak pernah memanggil namamu ,
biarkan kamu dengarkan suara ku ,
dengan apa yang tertulis di dalam kepalaku.
andaikan aku seorang pemberani,
maka kan kunyayikan namamu di pagi hari
bak burung-burung yang sedang bersiul
dan hinggap pada celah jendela kamarmu
membanggunkanmu sambil memanggil namamu
andaikan suatu saat akulah orang disamping mu ketika
ayam berkokok ,
kan kusiapkan kopi dan memanggil namamu ...
tahu kah kamu ??
namamu bagaikan ombak di laut bebas,
selalu membuat dada ku bergelora
andai kamu tahu setiap detik dalam hidupku
hanya namamu yang ingin kuuucap
aku tahu namamu ..
hanya saja aku tak pernah memanggil namamu ,
biarkan kamu dengarkan suara ku ,
dengan apa yang tertulis di dalam kepalaku.
andaikan aku seorang pemberani,
maka kan kunyayikan namamu di pagi hari
bak burung-burung yang sedang bersiul
dan hinggap pada celah jendela kamarmu
membanggunkanmu sambil memanggil namamu
andaikan suatu saat akulah orang disamping mu ketika
ayam berkokok ,
kan kusiapkan kopi dan memanggil namamu ...
tahu kah kamu ??
namamu bagaikan ombak di laut bebas,
selalu membuat dada ku bergelora
andai kamu tahu setiap detik dalam hidupku
hanya namamu yang ingin kuuucap
Langganan:
Komentar (Atom)